This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 27 Januari 2015

DPRD NTT Minta Gubernur Ganti Dirut RSU W.Z Yohanes

Madika News, Kupang - DPRD NTT akan mengirim rekomendasi tertulis kepada Gubernur Frans Lebu Raya untuk menggantikan Dirut RSUD W.Z Yohanes Kupang, yang saat ini masih dijabat oleh pelaksana tugas direktur.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo, kepada wartawan mengatakan, draft rekomendasi sedang disiapkan untuk menindaklanjuti permintaan ketua Dewan, Anwar Pua Geno beberapa waktu lalu.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno mengatakan, sudah meminta Komisi V untuk mengeluarkan rekomendasi tertulis untuk disampaikan kepada pemerintah agar segera menggantikan Dirut RSU, W.Z Johanes Kupang.

Dikeluarkanya rekomendasi tertulis tersebut, sebagai terobosan dari Dewan atas keengganan Pemerintah untuk menggantikan Dirut RSU Kupang. Pasalnya Dewan telah menyampaikan rekomendasi lisan kepada pemerintah untuk menggantikan Dirut RSU Kupang.

Untuk diketahui, permintaan pergantian tersebut akibat Direktur RSU W. Z. Johannes Kupang, Alfons Anapaku mengalami sakit dan sudah setahun di rawat di pulau  Jawa.  

Masyarakat NTT juga diminta bersabar dan menunggu seperti apa keputusan gubernur setelah menerima surat rekomendasi dari DPRD NTT. Sebab semua pihak berharap agar menajemen di RSU Kupang itu selalu baik adanya.

Sumber : flobamora.net

Rabu, 21 Januari 2015

Wanita Bunga Karang Gelar Maulid Nabi

Kupang, News Madika - Hari Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1423 Hijriah memang telah berlalu, atau tepatnya pada 3 Januari 2015 lalu. Namun kemeriahan itu masih terasa di di Kota Kupang.

Pokja Bunga Karang, Rabu hari ini mengadakan peringatan Maulid Nabi di kompleks lokalisasi Karang Dempel, Tenau, Kota Kupang yang dihadiri oleh seluruh penghuni lokalisasi, Ketua tim penggerak PKK NTT, dan pejabat kantor Kementrian Agama provinsi NTT maupun Kota Kupang serta undangan lainnya.

Ketua tim penggerak PKK NTT, Lusia Adinda Lebu Raya dalam sambutannya mengatakan, kehadiran dirinya pada peringatan hari Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh Pokja Bunga Karang, merupakan kebanggaanya tersendiri. Sebab pokja Bunga Karang sendiri merupakan kelompok binaan dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia.

Adinda Lebu Raya juga menilai, walaupun sudah dua kali diselenggarakan di kompleks tersebut namun, peringatan maulid Nabi tahun ini lebih menggembirakan dan menyenangkan.

Sementara itu Ketua Pokja Bunga Karang Kupang, Siti Misbah mengaku bahwa sangat bahagia karena sebelumnya, mereka sebagai penghuni lokalisasi belum pernah melakukan perayaan Maulid Nabi. Shingga Ia berharap kedepan, mereka bisa lebih dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa dengan melakukan kegiatan yang berbau keagamaan seperti ini. (JNo)

Tidak Diberitahu Soal Kelahiran Anak, Suami Minum Mabok Tikam Istri Hingga Tewas

Kupang, Madika News - Akibat tidak diberitahu soal kelahiran anak, seorang suami bernama alhadi 22 tahun warga kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur tega menghabisi nyawa istrinya yang bernama Rahmatia Abas 22 tahun, menggunakan pisau hingga tewas.

Pelaku yang menikam sang istri dalam keadaan mabuk minuman keras itu, diduga  sakit hati karena sang istri tidak memberitahukan dirinya, saat melahirkan anak pertama mereka di kabupaten Alor pada desember 2014 lalu.

Rahmatiah Abas asal yang terdaftar sebagai mahasiswi semester lima, Fakultas Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadyah Kupang, tewas ditangan suaminya dengan 12 luka tusukan dibagian dada serta tangan. Pembunuhan tersebut terjadi petang kemarin, di Jalan Nasution, RT 21 RW 06, Kelurahan Kayu putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. 

Menurut Wakapolres Kupang Kota, Kompol Julian Perdana bahwa motif penganiayaan dengan senjata tajam hingga menyebabkan kematian tersebut, di duga akibat sakit hati pelaku terhadap istrinya yang melahirkan anak mereka di Alor tanpa sepengetahuannya.

Julian menambahkan, menurut informasi yang dihimpun bahwa, hubungan pasangan suami istri ini memang tidak lagi harmonis beberapa bulan terakhir. Pada saat terjadi cekcok mulut dengan korban, pelaku dalam keadaan mabuk minuman keras sehingga untuk sementara pelaku di jerat dengan pasal 351 ayat 3.

Haji Maaruf, keluarga korban berharap kepada aparat kepolisian, agar menghukum pelaku seberat mungkin sesuai dengan perbuatan dan undang-undang yang berlaku.

Untuk sementara, jenasah korban sudah disemayamkan di rumah keluarga untuk diberangkatkan ke kabupaten alor hari ini. Sementara pelaku yang berprofesi sebagai pekerja serabutan itu sudah diamankan di Polres Kupang Kota untuk di periksa lebih lanjut. (JNo)

Senin, 12 Januari 2015

Besok, Tim DVI Polda NTT Ambil DNA Korban AirAsia di Pulau Leti Ambon

Kupang, Madika News - Tim DVI Polda NTT, Rabu besok akan kembali menemui orang tua dari Viona Florinati Abraham dan Indah Diani Abraham yang menjadi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501. 

Upaya untuk mendapatkan data Ante Mortem dari kedua orang tua di Pulau Leti, Kabupaten Maluku Barat Daya atas permintaan dari Polda Jawa Timur.

Sebelumnya, pada Minggu pagi kemarin tim DVI yang dipimpin Kapolda NTT, Brigjen Pol Endang Sunjaya sudah berlayar menuju Pulau Leti selama dua jam. Namun akibat dihadang gelombang setinggi lima meter, serta arus laut yang kuat, tim DVI akhirnya memutuskan untuk kembali ke pelabuhan Tenau Kupang.  

Kapolda NTT, Brigjen Pol Endang Sunjaya mengatakan, pihaknya melakukan pelayaran ke pulau Leti atas permintaan Polda Jawa Timur untuk mengambil sample DNA orang tua dari Viona Florinati Abraham dan Indah Diani Abraham yang ikut menjadi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501.

Brigjen Pol Endang Sunjaya menambahkan, keterlibatan Polda NTT untuk mengambil sample DNA dari kedua korban, karena jarak pulau Leti dan NTT lebih dekat yakni 30 jam perjalanan menggunakan kapal perintis dibandingkan harus melalui Maluku. (JNo)

Polda NTT Diminta Untuk Tidak Terjebak Dalam Mafia Human Trafficking

Kupang, Madika News - Aliansi Masyarakat Sipil Anti Perdagangan Manusia atau Amasiaga, mendesak Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur untuk memanfaatkan sejumlah fakta dan bukti persidangan terkait dengan diskriminasi terhadap Birgpol Rudy Soik.

Dari rentetan persidangan terhadap Rudy Soik semakin terungkap sejumlah fakta bahwa, proses penyelidikan oleh Rudy semakin memperkuat adanya praktik mafia human trafficking. 

Hal tersebut terungkap dari beberapa saksi yang bersama Rudy Soik tergabung dalam Satuan Tugas  Trafficking Polda NTT.

Koordinator Amasiaga, Paul Rahmat dalam rilisnya yang diterima Radio Madika menyatakan, berdasarkan pantauan Amasiaga selama enam kali persidangan dan informasi yang digali selama ini, semakin memperkuat adanya jaringan mafia yang jelas-jelas melakukan praktik perdagangan manusia. Hal tersebut bisa dilihat dari munculnya saksi yang memberikan keterangan palsu dan berupaya mengaburkan persoalan utama yang seharusnya diungkap Rudy Soik bersama tim Satgas Polda NTT.

Seperti diketahui, sebagai anggota Satgas Polda NTT, Rudy Soik bersama timnya berusaha mencari salah satu pelaku dalam jaringan mafia yakni Toni Seran alias Toser, yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang Polda NTT.

Upaya tim Satgas melalui Ismail Patty Sanga menunjukkan bukti keberadaan Toni, namun Ismail berusaha mengaburkan keberadaan Toni dan menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. 

Tindakan yang dianggap sebagai kekerasan oleh Rudy Soik terhadap Ismail tersebut kemudian menjadikan Rudy tersangka, padahal itu menjadi bagian dari tugasnya untuk mengungkap praktik ilegal yang selama ini memperdagangkan manusia NTT.

Menurut kuasa hukum Rudy Soik, Asfinawati dan Muji Kartika, langkah Rudy untuk menyelidiki keberadaan Toni Seran tersebut semakin diperkuat dalam sidang terakhir pada Kamis, 8 Januari lalu. Yakni, Ada beberapa barang bukti milik Toni Seran, seperti topi dan jaket, yang ada di kos-kosan Ismail. Ini diperkuat dari keterangan beberapa saksi yang masih menjunjung kebenaran dan fakta yang tidak dimanipulasi.

Berangkat dari fakta tersebut, maka Amasiaga mendorong para hakim dan penegak hukum lainnya untuk mengungkap fakta persidangan sehingga bisa mencegah gerak langkah para mafia perdagangan manusia tersebut. (JNo)