This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 02 Desember 2014

Ketua DPRD NTT Sesali Aksi Brutal Aparat Kepolisian Terhadap Mahasiswa

Kupang, Madika News - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Timur (DPRD NTT), Anwar Pua Geno mengaku, dirinya sangat kecewa terhadap aksi brutal yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap Koordinator Lapangan BEM/BLM Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Saturminus Jawa ketika melakukan aksi damai penuntasan masalah perdagangan manusia di NTT.

“Iya saya sangat kecewa dan menyayangkan tindakan polisi yang mengejar dan memukul Saturminus yang lagi melakukan aksi damai,” 

kata Anwar ketika mengunjungi Marka PMKRI St. Xaverius Kupang, Selasa (2/12/2014) siang tadi.

Anwar yang didampingi Rohaniawan Katolik Romo Leo Mali serta, ketua dan beberapa anggota komis V DPRD NTT, menambahkan, tugas aparat kepolisian adalah mengawal semua aksi damai yang dilakukan oleh elemen mahasiswa maupun masyarakat sehingga, bisa menghasilkan sebuah jalan keluar bukan mengawal dengan tindakan yang tidak terpuji. 

“Polisi seharusnya melakukan pendekatan persuasif  sehingga ada titik temu. Kita sebagai wakil rakyat, sangat menyesalkan aksi polisi yang masuk kedalam sekretariat PMKRI,” katanya.

Dirinya sebagai ketua DPRD NTT berjanji, dalam waktu dekat akan memanggil kepala kepolisian Daerah (Kapolda) NTT untuk mempertanggung jawabkan aksi brutal dari anggotanya serta meminta klarifikasi soal kelanjutan penanganan kasus perdagangan manusia di NTT.


“Kita tidak akan diam dengan persoalan ini. Kita akan panggil Kapolda untuk jelaskan sudah sampai mana penaganan kasus-kasus yang berkaitan dengan perdagangan manusia di NTT yang saat ini menjadi sorotan Nasional,” kata Anwar.(JNo)

Korlap BEM/BLM Unika Kupang Jadi Bulan-Bulanan Aparat Kepolisian

Kupang, Madika News - Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Widya Mandira (BEM Unika) Kupang berakhir ricuh. 

Unjuk rasa yang berlangsung hampir dua jam di depan Kantor Kepolisian Daerah NTT itu ricuh, akibat saling dorong antara aparat kepolisian dengan mahasiswa.

Aksi kejar-kejaran antara Koordinator Lapangan dan aparat kepolisian juga tak terhindarkan. Koordinator Lapangan BEM Unika Kupang, Saturminus Jawa terlihat jadi bulan-bulanan aparat kepolisian. Sehingga untuk menyelamatkan diri dari aksi anarkis aparat kepolisian, Saturminus berlari untuk melindungi diri dalam Marka atau Sekretariat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St. Xaverius Kupang yang terletak tidak jauh dari Mapolda NTT.

Tak hanya sampai disitu, aparat kepolisian yang merasa di lawan langsung menerobos masuk kedalam Marka atau sekretariat PMKRI Kupang untuk mencari Saturminus. Namun aksi pencarian tersebut terhenti akibat beberapa aktivis PMKRI melarang aparat untuk masuk karena dinilai sudah melanggar etika.

Aksi lanjutan oleh PMKRI terkait pengejaran hingga masuk dalam Marka tanpa izin pun dilakukan dengan melakukan orasi dan aksi bakar ban di tengah jalan sebagai bentuk protes terhadap aparat kepolisian. Aksi ini tidak berlangsung lama karena polisi langsung membubarkan masa aksi dengan cara menerobos menggunakan sepeda motor Patwal kepolisian sehingga menyebabkan kembali aksi saling dorong antara polisi dan aktivis PMKRI.

Ketua Presedium PMKRI St. Xaverius Kupang, Juventus Kago menilai apa yang sudah dilakukan oleh kepolisian merupakan hal yang tidak beretika. Sebab memasuki rumah orang tanpa izin. 

“Kami tidak tahu kenapa Polisi datang di Marga kami dan melakukan presure yang begitu luar biasa dengan merusak fasilitas yang ada didalam serta menganggu kenyamanan aktifitas organisasi,” ujarnya.

Sehingga dia akan membangun solidaritas serta simpati dari semua elemen pemuda dan mahasiswa yang ada di Kota Kupang untuk bersama-sama bersolidaritas terhadap peristiwa ini. “Kita akan menempuh jalur hukum karena tindakan ini namanya pelecehan organisasi yang dilakukan oleh aparat hukum,” kata Juventus Kago.(JNo)

Mahasiswa Unika Minta Kapolda NTT Bebaskan Brigpol Rudy Soik

Kupang, Madika News - Ratusan Mahasiswa dari Universitas Widya Mandira (Unika) Kupang melakukan aksi unjuk rasa di depan Markas Keplisian Daerah (Mapolda) Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/12/2014). 

Aksi yang berlangsung hampir dua jam ini, sempat membuat kemacetan panjang di sepanjang Jalan Soeharto, Kuanino, Kupang.

Dalam orasinya mahasiswa mendesak Kapolda NTT untuk membebaskan Brigpol Rudy Soik dari segala tuduhan yang direkayasa atau upaya kriminalisasi yang dilakukan oleh para petinggi Polda NTT. 

“Kami desak Bapak Kapolda NTT untuk bebaskan dan aktifkan kembali Brigpol Rudy Soik sebagai penyidik di Satgas A
nti Trafficking Polda NTT karena semuanya itu direkayasa oleh oknum petinggi Polda,” kata koordinator BEM Unika Kupang, Saturminus Jawa.

Saturminus juga meminta kepada Kapolda NTT beserta jajarannya untuk mengusut tuntas mafia perdagangan orang yang diduga melibatkan perwira-perwira tinggi dalam hal ini Direktur Reserse Kriminal Umum, Sam Kawengian serta Direktur Reserse Kriminal Khusus Mohamad Slamet yang menghentikan penyidikan kasus penjualan orang secara sepihak.

“Kami juga meminta Kapolda NTT untuk menangkap dan menyeret para pelaku penjualan manusia ke penjara yang saat ini menjadi target operasi Satgas Anti Trafficking Polda NTT. Kami desak Kapolda untuk libatkan kami sebagai masyarakat dalam mengawasi secara langsung proses penanganan kasus perdagangan manusia di NTT,” ujarnya.(JNo)       

Senin, 01 Desember 2014

November 2014, NTT Alami Inflasi 1,69 Persen

Kupang, Madika News - November 2014, provinsi Nusa Tenggara Timur terjadi inflasi sebesar 1,69 persen dengan indeks harga konsumen atau IHK sebesar 115,23. Dari dua kota Indeks Harga Konsumen di NTT, Kota Kupang terjadi inflasi sebesar 1,88 persen. Sedangkan Kota Maumere sebesar 0,14 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik provinsi NTT, Anggoro Dwitjahyono dalam rilisnya menyebutkan, inflasi di NTT terjadi akibat adanya kenaikan indeks harga pada semua kelompok pengeluaran.

Anggoro menambahkan, Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks tertinggi yakni, transport, komunikasi serta jasa keuangan yang naik sebesar 5,45 persen. Sedangkan kelompok bahan makananan naik sebesar 2,11 persen.


Dari 82 kota sampel Indeks Harga Konsumen Nasional, tercatat semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Padang dan inflasi terendah terjadi di Kota Manokwari.(JNo)

Pangdam Minta Prajurit TNI Hentikan Penyelundupan di Perbatasan

Kupang, Madika News - Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Torry Djohar BT meminta prajurit TNI yang bertugas di perbatasan RI-Timor Leste sedapat mungkin menghentikan aksi penyelundupan sembako dan bahan bakar minyak dari Indonesia ke Timor Leste melalui jalan tikus.

Kasus penyelundupan sembako, BBM dan pelintas batas ilegal, masih merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar tidak mengganggu keharmonisan hubungan bertetangga antara Indonesia dan Timor Leste.

Hal ini dikatakan Pangdam dalam sambutan tertulis yang disampaikan Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Ahmad Yuliarto ketika menerima Satuan Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan atau Satgasops Pamtas RI-Timor Leste, Sabtu 29 November kemarin.

Satgas Pamtas tersebut berasal dari Yonif 514/Raider Kostrad, Satgas Intelijen dan Satgas Bantuan dari Kodam IX/Udayana yang akan menggantikan Yonif 742/Satya Wira Yudha dari Mataram, NTB.

Pangdam mengakui, kasus penyelundupan sembako, BBM dan pelintas batas ilegal masih terjadi sampai saat ini. Sehingga Ini merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Sementara itu, Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Ahmad Yuliarto berharap Satgasops Pamtas RI-Timor Leste ikut mendorong upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di perbatasan agar tidak mencari jalan pintas untuk menggapai kesejahteraan dengan cara menyelundup sembako atau BBM ke negara Timor Leste.

Peyelundupkan BBM ke Timor Leste disebabkan oleh harga BBM, khususnya premium yang cukup menggiurkan yakni sekitar 1,2 dolar AS atau sekitar Rp12.000 per liter. Sedangkan yang dijual di pinggiran jalan bisa mencapai 2,0 dolar AS atau sekitar Rp 20.000 per botol.(flobamora.net)