This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 12 Januari 2015

Besok, Tim DVI Polda NTT Ambil DNA Korban AirAsia di Pulau Leti Ambon

Kupang, Madika News - Tim DVI Polda NTT, Rabu besok akan kembali menemui orang tua dari Viona Florinati Abraham dan Indah Diani Abraham yang menjadi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501. 

Upaya untuk mendapatkan data Ante Mortem dari kedua orang tua di Pulau Leti, Kabupaten Maluku Barat Daya atas permintaan dari Polda Jawa Timur.

Sebelumnya, pada Minggu pagi kemarin tim DVI yang dipimpin Kapolda NTT, Brigjen Pol Endang Sunjaya sudah berlayar menuju Pulau Leti selama dua jam. Namun akibat dihadang gelombang setinggi lima meter, serta arus laut yang kuat, tim DVI akhirnya memutuskan untuk kembali ke pelabuhan Tenau Kupang.  

Kapolda NTT, Brigjen Pol Endang Sunjaya mengatakan, pihaknya melakukan pelayaran ke pulau Leti atas permintaan Polda Jawa Timur untuk mengambil sample DNA orang tua dari Viona Florinati Abraham dan Indah Diani Abraham yang ikut menjadi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501.

Brigjen Pol Endang Sunjaya menambahkan, keterlibatan Polda NTT untuk mengambil sample DNA dari kedua korban, karena jarak pulau Leti dan NTT lebih dekat yakni 30 jam perjalanan menggunakan kapal perintis dibandingkan harus melalui Maluku. (JNo)

Polda NTT Diminta Untuk Tidak Terjebak Dalam Mafia Human Trafficking

Kupang, Madika News - Aliansi Masyarakat Sipil Anti Perdagangan Manusia atau Amasiaga, mendesak Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur untuk memanfaatkan sejumlah fakta dan bukti persidangan terkait dengan diskriminasi terhadap Birgpol Rudy Soik.

Dari rentetan persidangan terhadap Rudy Soik semakin terungkap sejumlah fakta bahwa, proses penyelidikan oleh Rudy semakin memperkuat adanya praktik mafia human trafficking. 

Hal tersebut terungkap dari beberapa saksi yang bersama Rudy Soik tergabung dalam Satuan Tugas  Trafficking Polda NTT.

Koordinator Amasiaga, Paul Rahmat dalam rilisnya yang diterima Radio Madika menyatakan, berdasarkan pantauan Amasiaga selama enam kali persidangan dan informasi yang digali selama ini, semakin memperkuat adanya jaringan mafia yang jelas-jelas melakukan praktik perdagangan manusia. Hal tersebut bisa dilihat dari munculnya saksi yang memberikan keterangan palsu dan berupaya mengaburkan persoalan utama yang seharusnya diungkap Rudy Soik bersama tim Satgas Polda NTT.

Seperti diketahui, sebagai anggota Satgas Polda NTT, Rudy Soik bersama timnya berusaha mencari salah satu pelaku dalam jaringan mafia yakni Toni Seran alias Toser, yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang Polda NTT.

Upaya tim Satgas melalui Ismail Patty Sanga menunjukkan bukti keberadaan Toni, namun Ismail berusaha mengaburkan keberadaan Toni dan menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. 

Tindakan yang dianggap sebagai kekerasan oleh Rudy Soik terhadap Ismail tersebut kemudian menjadikan Rudy tersangka, padahal itu menjadi bagian dari tugasnya untuk mengungkap praktik ilegal yang selama ini memperdagangkan manusia NTT.

Menurut kuasa hukum Rudy Soik, Asfinawati dan Muji Kartika, langkah Rudy untuk menyelidiki keberadaan Toni Seran tersebut semakin diperkuat dalam sidang terakhir pada Kamis, 8 Januari lalu. Yakni, Ada beberapa barang bukti milik Toni Seran, seperti topi dan jaket, yang ada di kos-kosan Ismail. Ini diperkuat dari keterangan beberapa saksi yang masih menjunjung kebenaran dan fakta yang tidak dimanipulasi.

Berangkat dari fakta tersebut, maka Amasiaga mendorong para hakim dan penegak hukum lainnya untuk mengungkap fakta persidangan sehingga bisa mencegah gerak langkah para mafia perdagangan manusia tersebut. (JNo)

Kamis, 08 Januari 2015

Komplotan Pencuri Motor di Kupang Dibekuk Aparat

Kupang, Madika News - Aparat kepolisian sektor Oebobo, Kota Kupang, Rabu, 7 Januari kemarin berhasil membekuk empat orang komplotan pencuri motor dan barang-barang elektronik.

Wakapolres Kupang Kota, Komsaris Julian Perdana kepada wartawan mengatakan, keempat tersangka yang diamankan yakni berinisial VPL warga Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, DL warga Naikoten I Kecamatan Kota Raja, AM warga Naikoten I, DMU warga Naikoten I, Serta masih ada satu tersangka lain dengan inisial GB yang masih dalam tahap DPO kepolisian.

Dari tangan komplotan pencuri itu, polisi berhasil amankan SPM Yamaha Mio warna putih dengan nomor polisi DH 2249 HE, Zuzuki Nex warna hitam DH 4155 HJ, serta barang elektronik berupa Laptop Fujitsu dan alat cas, Laptop Thosiba beserta alat cas dan Laptop merek Hp beserta alat cas.

Selain itu, polisi juga mengamankan handphone berbagai merk sebanyak 14 buah, tas laptop 3 buah berwarna hijau dan hitam serta satu helm KYT putih.


Julian juga mengatakan, komplotan pencuri ini merupakan target operasi yang beberapa kali melakukan operasi di wilayah Oebobo. Sehingga, masyarakat dihimbau untuk lebih berhati-hati di jalan atau di saat meninggalkan rumah. (Ado/nttterkini.com)

GM Angkasa Pura I Kupang Siap Penuhi Panggilan Pemprov dan DPRD NTT

Kupang, Madika News - General Manager PT Angkasa Pura 1 Bandar Udara El Tari Kupang, Gede Arnawa mengaku, pihaknya tidak tahu menahu soal pengangkatan tenaga kontrak di bandara Kupang sebab semuanya harus melalui prosedur dari Angkasa Pura pusat.

"Saya bukan pengambil kebijakan sehingga, saya tidak berwenang untuk mengangkat mereka sebagai karyawan tetap Angkasa Pura I Kupang," ujarnya di Bandar Udara El Tari Kupang, Rabu, (7/1/2015).

Gede Arnawa menambahkan, pihaknya tidak bisa mengambil keputusan sendiri terkait pengangkatan tenaga kontrak sebab Angkasa Pura bukan milik daerah. Sehingga Ia meminta kepada para tenaga kontrak yang mengadu ke DPRD untuk selalu berinovasi agar dapat bersaing dengan dunia luar.

Dirinya mengatakan, siap untuk memberikan klarifikasi kepada DPRD maupun pemerintah Provinsi NTT terkait laporan dari sembilan tenaga kontrak tersebut.


"Saya sebagai penanggung jawab di Kupang, Siap memberikan penjelasan kepada Dewan maupun Pemerinta NTT. Namun saya tidak bisa mengambil keputusan soal status mereka karena semua harus melalui prosedur Angkasa Pura di Jakarta," kata Gede Arnawa.

Diberitakan sebelumnya, sembilan orang karyawan PT Angkasa Pura 1 Bandar Udara El Tari Kupang, Senin 5 Januari 2015 kemarin, mendatangi kantor DPRD NTT untuk mengadu soal status kontrak mereka di BUMN tersebut. Mereka menuntut hak mereka di DPRD karena selama 13 tahun bekerja di PT Angkasa Pura namun belum diangkat menjadi tenaga tetap. (JNo)

Cuaca Ekstrim, Nelayan di Kupang Takut Melaut

Kupang, Madika News - Tinggi gelombang dan angin kencang, yang melanda perairan laut timor beberapa hari terakhir ini, membuat ratusan kapal nelayan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) takut untuk melaut. Para nelayan tersebut terpaksa menganggur untuk sementara waktu sambil menunggu cuaca kemabali normal.

Pantauan Madika Radio di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Oeba Kota Kupang, terlihat ratusan kapal nelayan yang biasa memasok ikan segar ke sejumlah pasar di Kota Kupang, hanya bersembunyi di balik tembok pembatas pantai, guna menghindari hantaman gelombang yang mencapai 4-5 meter.

Semenjak adanya himbauan dari Badan Meteroligi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang bahwa, adanya cuaca ekstrim di perairan laut timor, membuat para nelayan tak berani turun ke laut untuk mencari ikan.

Ady Papa Pingak, Salah satu nelayan di Oeba kepada wartawan, Kamis (8/1/2015) mengaku, sejak adanya gelombang yang kurang bersahabat, mereka tak berani melaut sehingga tidak memiliki penghasilan guna memenuhi kebutuhan keluarga. “Kami hanya bisa tunggu cuaca normal kembali sambil memperbaiki alat tangkap atau merawat kapal,” ujarnya.

Cuaca buruk ini sudah terjadi di perairan laut timor sejak delapan hari yang lalu, dan hal ini di perkirakan masih terus terjadi hingga tiga bulan ke depan. Sehingga para nelayan diharapkan agar tetap bersabar untuk melaut sambil menunggu cuaca kembali normal.

Sebelumnya diberitakan, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur menutup sementara 17 lintasan penyeberangan antar pulau di wilayah itu, hingga batas waktu tak tentu akibat cuaca ektsrim.

Agus Supriyanto, Manager Usaha PT ASDP Cabang Kupang mengatakan, sesuai data prakiraan cuaca yang diterima dari BMKG Klas 1 Kupang, ketinggian gelombang saat ini mencapai 5-6 meter terutama di selat Ombai dan di perairan laut Sawu sehingga, sangat membahayakan bagi nelayan dan pelayaran kapal Ferry antar pulau. (JNo)